Drama yang di sutradarai PSSI beberapa hari yang lalu sukses di putar. Drama yang mengambil lokasi di Stadion Brawijaya Kediri dan di bintangi oleh Arema dan Aremania serta wasit Jajat Suderajat.
Jelas jelas kebobrokan dan ketidakadilan PSSi sudah tertampil disini, Contoh kecilnya masalah sponsor, sponsor LIGINA / COPA siapa? Lha pas AREMA main home , sekarang sudah nggak ada lagi spanduk X mild (karena dulu sudah pernah kena hukuman), tapi coba lihat di Kediri pas Persik main home, GUDANG GARAM dengan enaknya nongol. Bahkan pas pertandingan kemaren (kalo anda teliti) GUDANG GARAM nangkring di tiang lampu stadion brawijaya.
Selama ini Aremania sudah bersusah payah dan juga belum bisa disebut berhasil sempurna untuk membangun suporter.tapi usaha itu terus ada, dan mulai menunjukkan hasilnya di tingkat grass root. di bawah kita berbenah tapi
di atas seenaknya sendiri.
Mungkin yang dimaksud komentator tv yang kerap menggunakan kata “drama” sepakbola kita, “drama adu penalty”, memang benar adanya. kita memang tengah berada di drama sepakbola, sudah ada skenario ada sutradaranya. Lha Wong namanya drama.
FIFA aja dicuekin ma PSSi, apalagi cuman kelompok supporter, yang cuma sekumpulan orang kecil.
Saya pribadi sudah cukup panas mendengar komentar di berbagai media baik itu blog maupun media cetak & elektronik. Sebetulnya semuanya mengarah pada kebobrokan regulator itu sendiri, tapi mengapa mencari kambing hitam di klub kecil.
Saya cukup bangga dengan AREMA, klub dengan dana swasta dan tidak mendompleng APBD (duit rakyat) tapi bisa tetep eksis dan memiliki AREMANIA sebagai supporter mereka. Aremania tidak kemana mana tapi ada dimana mana.
Hukuman 3 tahun itu apa pantas dijatuhkan kepada AREMANIA…? Satukan hati dan jiwa dukung Arema dengan mengisi petisi online.